October 11, 2017

Sharing Bersama (Materi Bandwith Management & Queue)

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

A. Pendahuluan

Sebesar besarnya bandwith kecepatan internet tidak akan bisa membuat kita para pengguna internet puas-puas kata tersebut yang sering saya dengarkan ketika saya prakerin, maksudnya adalah kita sebagai user dari internet tidak akan puas dengan bandwith yang lumayan besar karena sebesar apapun bandwith yang kita miliki, kita tidak akan bisa mengakses internet secepat yang ada dalam bayangan kita, kalian tau apa penyebabnya? jika belum mari kita bahas bersama

B. Pengertian

Manajemen bandwidth adalah proses pengukuran dan pengendalian komunikasi (traffic, paket) pada link jaringan, untuk menghindari pengisian link ke kapasitas atau overfilling link, yang akan mengakibatkan kemacetan jaringan dan kinerja jaringan yang buruk. Manajemen bandwidth diukur dalam bit per detik (bit / s) atau byte per detik (B / s) untuk lebih lengkap silahkan baca di sini

C. latar belakang

Kebutuhan internet dalam kehidupan sehari hari

D. Maksud dan tujuan

Membagikan bandwith secara adil & rata agar tidak ada yang serakah

E. Pembahasan

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Gambar diatas adalah gambar bandwith yang tidak teratur kita lihat, betapa banyaknya bandwith yang diakses oleh user, apabila tidak diatur maka bandwith yang besar hanya akan ditangkap user yang perangkatnya bagus dan yang lain tidak akan kebagian bandwith nya

Perlu adanya pengaturan pada konsumsi bandwidth yang ada

• Mikrotik sudah sangat populer untuk melakukan tugas ini

• Sudah lebih dari satu dekade fitur ini digunakan dan tetap dikembangkan sampai saat ini

• Banyak fungsi yang bisa digunakan :

– HTB

– Queue type

– Burst

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Fungsi bandwidth management di Mikrotik sudah include di system RouterOS dengan dua metode :

– Simple Queue : Implementasi termudah melakukan bandwith management, dengan menu dan konfigurasi yang sederhana.

– Queue Tree : Implementasi bandwidth management yang lebih kompleks dan lebih fleksible untuk kondisi tertentu.

• Disarankan untuk memilih salah satu metode supaya proses BM tidak tumpang tindih.

Mekanisme Antrian

• Terdapat perbedaan lokasi antrian yang digunakan simple queue maupun queue tree.

• Keduanya sama-sama memanfaatkan Memory RAM di router sebagai buffer penampungan antrian paket data.

• Buffer antrian memiliki batas, jika antrian paket data sudah memenuhi buffer maka paket data yang tidak tertampung akan di Drop.

• Jika protocol nya TCP, paket yang di drop bisa dikirim ulang.

Queue Tree merupakan salah satu metode menjalankan Bandwith Management dengan fleksibilitas yang cukup tinggi.

• Seiring dengan fleksibilitasnya, metode ini diarasa terlalu kompleks.

• Untuk menjalankan Queue Tree, sebelumnya kita harus membuat Firewall Mangle.

• QueueTree tidak dapat berjalan tanpa mangle.

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Firewall Mangle

• Adalah fungsi dari firewall yang digunakan untuk melakukan marking (penandaan) packet data dari sebuah traffic.

• Marking yang sudah dibuat bisa dimanfaatkan ke fitur Mikrotik yang lain :

~ Firewall NAT

~ Firewall Filter

~ Routing

~ Bandwith Management (Queue)

• Pemahaman mengenai type traffic menjadi penting untuk bisa mengimplementasikan mangle.

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan hari ini, bila ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf, untuk implementasinya tunggu postingan selanjutnya