October 7, 2017

Konfigurasi DHCP Server Pada Cisco

A.PENGERTIAN

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) sebuah server yang memiliki layanan untuk memberikan IP otomatis pada host atau komputer (client) pada jaringan TCP atau IP yang memintanya

  1. LATAR BELAKANGMemahami serta mempraktikan dhcp server

  2. MAKSUD DAN TUJUAN

    Memahami konfigurasi dhcp server

  3. TAHAPAN PEKERJAAN

Berikut adalah langkah-langkah mengkonfigurasi DHCP Server pada router.

Sebelumnya kita harus membuat simulasi jaringan seperti pada gambar berikut ini terlebih dahulu.

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Langkah awal untuk konfigurasi yaitu klik pada Router

Kemudian masuk ke Privileged mode exec dengan menggunkan perintah “enable

Pastikan saat kita akan melakukan konfigurasi kita masuk ke Global Configuration dengan menggunakan perintah “config t

Setting hostname, agar lebih mudah dalam pengkonfigurasian dhcp kita setting telrebih dahulu hostname pada router dengan perintah “ hostname nama

Kita setting IP Addres router DHCP Server dengan menggunakan perintah “int gigabitEthernet 0/1“ pada saat mengkonfig ip ini kita masih berada di global configuration kemudian setelah itu masukkan perintah “ no shutdown“ Enter kemudian masukkan IP Address atau gateway milik Router beserta Netmask nya “ ip address 192.168.30.1 255.255.255.0“. Untuk lebih jelasnya bsa anda lihat langkah dibawah ini.

>   Continue with configuration dialog? \[yes/no\]: no
>   Press RETURN to get started!
>   Router>enable
>   Router#configure terminal
>   Router(config)#hostname DHCP-server
>   DHCP-server(config)#interface fastEthernet 0/0
>   DHCP-server(config-if)#ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
>   DHCP-server(config-if)#no shutdown
>   %DHCP-6-ADDRESS\_ASSIGN: Interface FastEthernet0/0 assigned DHCP address 192.168.10.13, mask 255.255.255.0, hostname RouterDHCP client
>   %DHCP-6-ADDRESS\_ASSIGN: Interface FastEthernet0/0 assigned DHCP address 192.168.10.13, mask 255.255.255.0, hostname RouterDHCP client
>   DHCP-server(config-if)#exit

Kemudian beri nama pada ethernetnya dengan perintah “ description to- nama“ misalnya description to-labjarkom

Kemudian lihat prosess pada RAM dengan menggunakan perintah “ show running-config“.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Berikut adalah tampilan saat kita melihat proses pada Ram / show running-config,disini interfacesnya sudah memiliki IP dan nama yang sudah kita konfig tadi.

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Setelah itu kita setting DHCP Service dan Setting DHCP exclude addressesnya, saat akan melakukan setting pada DHCP service pastikan masuk ke dalam global configuration. Setelah sudah masuk ke global configuration disini kita kan memnentukan nama pool, gateway dan dns, masih di router DHCP server, di mode global configuration masukan perintah:

>   DHCP-server(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.30.1
>   DHCP-server(config)#ip dhcp pool dhcp-labjarkom
>   DHCP-server(dhcp-config)#default-router 192.168.30.1
>   DHCP-server(dhcp-config)#dns-server 192.168.100.254
>   DHCP-server(dhcp-config)#network 192.168.30.0 255.255.255.
>   DHCP-server(dhcp-config)#end

Kemudian cek pada PC0 apakah sudah mendapatkan IP Address. Untuk melihat apakah PC0 sudah memiliki ip atau belum klik pada PC0 kemudian pilih Desktop pilih IP Configuration, pada ip configuration pilih DHCP dan tunggu, disini PC0 memiliki

IP Address = 192.168.30.2

Subnet Mask = 55.255.255.0

Default Gateway = 192.168.30.1

DNS Server = 192.168.100.254

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

Kemudian ping ke IP gateway milik Router pada PC0, buka command promt pada PC0 kemudian ping ke 192.168.30.1

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

E. Referensi

http://ccnav6.com