August 16, 2017

Konsep Perencanaan Membangun Jaringan Sekolah

A. PENDAHULUAN

Pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit ilmu terkait dengan konsep perencanaan membangun jaringan sekolah. dalam melakukan sebuah pekerjaan kita mesti memikirkan konsep terlebih dahulu.

B. PENGERTIAN

Perencanaan merupakan tahapan awal yang harus di lakukan sebelum melakuka sesuatu pekerjaan. perencanaan dikatakan matang/berhasil, apabila perencanaan tersebut 70% sudah pasti dan tidak sering mengalami perubahan

C. LATAR BELAKANG

Dalam hal ini, saya bekerja tim utuk membangun jaringan di sekolah. saya berpern untuk mengatur jaringan. tim kami mensimulasikan untuk mengatasi permasalahan (study kasus) dari smk kami SMKN 1 Bulukumba. salah satu permasalahanya adalah koneksi internet hanya di peruntukkan guru dan area lab, sedangkan siswanya belum mendapat fasilitas tersebut. untuk itu,kami sebagai tim diminta untuk membuat fasilitas internet melalui hotspot untuk wilayah sekolah secara menyeluruh.

D. TUJUAN

Membangun jaringan sekolah dengan simulasi jaringan di SMKN 1 Bulukumba

E. HASIL YANG DI HARAPKAN

Dapat membangun jaringan sesuai request client

F. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

2 Hari

G. ALAT DAN BAHAN

  • Komputer
  • Mikrotik-RB941
  • TP-LINK TL-WA5210G
  • En Genius
  • TP-LINK TL_WA701ND

Alat dan bahan yang saya tulis disini adalah yang kami gunakan sebagai simulasi. untuk secara real-ya, akan bahas lebih lanjut di bawah

H. PROSES DAN TAHAPAN WAKTU PELAKSANAAN

  1. pengumpulan permasalahan, di antaranya :
  • Siswa meminta untuk di beri akses internet pada setiap sedut sekolah.
  • Sekolah ingin mempunyai portal yang mana orang dapat mengakses berbagai informasi mengenai sekolah tersebut.
  • Siswa ingin membaca buku secara online sehingga masih bisa masih bisa membaca meskipun tidak ke perpustakaan.
  • Siswa ingin mempunyai galeri sekolah yang mana siswa dapat mengupload hasil kegiatan seperti ekstrakulikuler kedalamnya.
  • Siswa ingin melakukan pembelajaran secara jarak jauh, sehingga tiada kendala seperti guru sedang berhalangan hadir dan lainnya.
  1. Observasi Lapangan:
  • Berdasarkan sketsa/gambar dari denah sekolah, kami telah menentukan beberapa titik pemasangan.

Berikut simpulan kami dalam bentuk topologi :

Linux, Unix, BSD, MacOS, Komunitas Pengguna Linux Indonesia, KPLI Klaten, KPLI Bulukumba, MikroTik, MikroTik Indonesia, FreeBSD, FreeBSD Indonesia, Cisco, Cisco Indonesia, BLC Telkom Klaten, Ansible, Nginx, Apache2, Caddy Server, Ayo Belajar Linux, Cloud Computing, e-Learning, Open edX, Proxmox, Sendy, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Lets Encrypt, Case Study, Atlassian, Virtualization, Faizar Septiawan, Icar, siBunglonGanteng, siBunglonLabs, Orang Ganteng

  1. Mencari referensi dan perbandingan :

Setelah melakukan pengumpulan masalah hingga pembuatan topologi, kami memberikan beberapa opsi sebagai berikut :

Titik pemasangan access point :

  • Setiap ruangan di beri 1 AP Kelebihannya adalah stabil dalam hal koneksi, namun kelemahannya membutuhkan biaya lebih. karena membutuhkan banyak AP dan kabel.
  • Memasang pada titik - titik yang dapat meng-cover beberapa area yang lebih luas. Kelebihannya adalah AP yang di butuhkan tidak terlalu banyak, namun juga membutuhkan biaya lebih karena AP dengan kemampuan seperti itu membutuhkan spesifikasi yang tinggi, serta dengan opsi ini akan lebih menghemat kabel.

Tipe Router yang digunakan :

  • Mikrotik RB-951 Kelebihan adalah sudah banyak digunakan dan terjangkau dalam hal harga. Namun, untuk area yang lebih luas kita membutuhkan spesifikasi yang tinggi. Karena dalam hal ini, router hanya di fungsikan untuk manajemen hotspot (user dan bandwith). Maka router dengan tipe ini, dirasa cukup.

  • Cisco Kelebihan adalah umum di perusahaan dengan skala besar dan boleh dikatakan sebagai router terbaik, namun harganya mahal.

Tipe Access Point

  • TP-LINK WBS210 Kelebihannya adalah banyak digunakan, harganya terjangkau, dan dapat menampung 30 client secara bersamaan. Namun dalam hal koneksi masih belum stabil/konsisten.

  • En-Genius Kelebihannya adalah tersedia beberapa mode operasi dan memberikan kinerja yang mulus dan halus.

  • Ubiquiti Unifi AP Kelebihan mampu menampung 100 user, namun harganya mahal.

Tipe Kabel:

  • UTP Kelebihannya adalah harganya yang terjangkau dan dominan digunakan pada jaringan. Akan tetapi, semakin panjang kabel maka akan semakin mengurangi bandwith.

  • Fiber Optik Kelebihannya adlah kecepatan transfer yang sangat cepat hingga mencapa Gigabit, namun sesuai spesifikasinya maka harganya mahal

  1. Perencanaan Anggaran :

a. Kabel UTP Belden Cat6 1 roll = Rp.1.660.000 b. Konektor RJ-45 isi 50 pcs = Rp.529.000 c. Klem isi 50 pcs (Rp.20.000) x 20 = Rp.400.000 d. Mikrotik RB-951 (Rp.810.000) x 4 = Rp.3.240.000 e. Ubiquiti Unifi AP (Rp.880.000) x 10 = Rp. 8.800.000 f. En Genius (Rp.1.500.000) x 5 = 7.500.000 g. TP_LINK WBS210 (Rp.975.000) x 35 = Rp.34.125.000

  1. Singkronisasi dan finalisasi perencanaan :

Sebelumnya, proyek kami ajukan di tolak dikarenakan jaringan yang di bangun penuh dengan wirelless dan tidak memberikan opsi apapun untuk client. Hal itu di dasari karena dalam membangun jaringan yang permanen, tidak memungkinkan untuk membangun jaringan yang semuanya memanfaatkan wirelless karena tidak akan efektif. Setelah itu kami melakukan pembenahan dan memberikan opsi seperti yang saya jelaskan di atas dan hasil proyek kami di terima.

Hasil dari kesepakatan bersama berdasarkan anggaran, client memilih opsi untuk menggunkan daftar perangkat di atas dari (a - e), sehingga total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp.14.100.000

I. HASIL YANG DI DAPATKAN

Dapat membangun jaringan sekolah. Meskipun sebatas simulasi, tetapi kami mempunyai perencanaan jika dilakukan secara real.

J. TEMUAN PERMASALAHAN

Meskipun disini kami berperan sebagai tenaga ahli jaringan, namun client yang mempunyai hak sepenuhnya dalam membangun jaringan ini, salah satunya mengenai anggaran. Makan kita harus memberikan opsi kepada client agar sesuai dengan kemampuanya.

K. KESIMPULAN

Yang awalnya kita hanya belajar konfigurasi, ternyata sangat berbeda jika dengan diimplementasikan secara real terutama dalam hal perencanaan. Mulai dari mengumpulkan permasalahan, observasi lapangan, mencari perbandingan, perencanaan anggaran, hingga singkronisasi dan finalisasi perencanaan. Semuanya membutuhkan data secara detail agar perencanaan yang dibuat bisa di jalankan dengan sesuai.

L. REFERENSI

Tim Prakerin SMKN 1 Bulukumba di bantu dengan Teman Prakerin yang di jadikan Kelompok Kerja.